A. Makna
Dakwah
“Risalah
terakhir yang diturunkan kepada Muhammad SAW sebagai wahyu dari ALLOH dalam
bentuk kitab yang tidak ada kebatilan di dalamnya, baik di depan atau di
belakangnya, dengan kalam-Nya yang bernilai mukjizat dan yang ditulis di dalam
mushaf yang diriwayatkan dari Nabi SAW dengan sanad yang mutawatir, yang
membacanya bernilai ibadah”
B. Definisi
Dakwah
Menurut
bahasa dan istilah:
-
An-Nida = memanggil
(da’a
fulanun ila fulanah= si fulan mengundang si fulanah)
-
Ad-du’a ila syai’I =
menyeru
Menyeru
dan mendorong pada sesuatu
-
Ad-da’wat ila
qadhiyat=menegaskannya atau membelanya
-
Suatu usaha berupa
perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia ke suatu aliran atau agama
tertentu (Al-Misbah Al-Munir, pada kalimat da’a)
Da’i itu adalah khawash
khalqillah (makhluk ALLOH yang istimewa) yang paling mulia dan paling tinggi
kedudukan dan nilainya di sisi ALLOH. (Ibnul Qoyyim)
C. Kewajiban
yang Berat
Penguatan: Surah Al-Muzzamil: 2-4
Dakwah
itu disampaikan tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan keteladanan
D. Dakwah
yang Kita Maksudkan
Yang
berorientasi pada:
1.
Membangun masyarakat
Islam
2.
Melakukan perbaikan
pada masyarakat Islam yang terkena musibah
3.
Memelihara kelangsungan
dakwah di masyarakat yang telah berpegang pada kebenaran melalui pengajaran
secara terus-menerus, pengingatan penyucian jiwa dan pendidikan.
“tegakkanlah daulah
Islam di hatimu, niscaya ia akan tegak di bumimu”
E. Kewajiban
yang Syar’i
Penguatan
:
Ali
Imran: 104
Al
Baqoroh: 159-160
Al
Maidah : 63 dan 105
Al
Ashr:1-3
F. Uraian
Tambahan Mengenai Kewajiban Dakwah
-
Setiap muslim yang
membawa identitas Islam diperintahkan untuk menyampaikan Islam kepada seluruh
manusia, sehingga manusia dapat bernaung di bawah keteduhan naungannya.
-
Dakwah bisa menjadi
fardhu ‘ain bila dalam tempat itu tidak ada orang yang melakukannya.
-
Dakwah juga merupakan
kebutuhan masyarakat yang mendesak.
G. Karakter
Dakwah Kita
1.
Rabaniyah = bersumber
dari wahyu ALLOH SWT
2.
Wasathiyah =
tengah-tengah / seimbang
3.
Ijabiyah = positif
dalam memandang alam, manusia, dan kehidupan
4.
Waqi’iyah = realistis
dalam memperlakukan indivdu dan masyarakat
5.
Akhlaqiyah =sarat
dengan nilai kebenaran, baik dalam sarana maupun tujuannya
6.
Syumuliyah = menyeluruh
7.
‘Alamiyah = bersifat
mendunia
8.
Syuriyah = bermusywarah
dalam menentukan segala sesuatu
9.
Jihadiyah = memerangi
siapa saja yang menghalangi tersebarnya dakwah
10.
Salafiyah = menjaga
orsinalitas dalam pemahaman dan akidah
Dengan demikian, bekal
yang harus dimiliki dari seorang da’i adalah
1. Penyampaian
yang baik
2. Keindahan
uslub
3. Targhib
(member rangsangan)dalam kebenaran
4. Bijaksana
dan nasihat yang baik
5. Bantahan
dengan cara yang baik
6. Mempertimbangkan
situasi dan kondisi
7. Menggunakan
sarana yang modern
H. Faktor-faktor
Keberhasilan Dakwah
1.
Pemahaman yang mendalam
2.
Keimanan yang kuat
3.
Kecintaan yang kukuh
4.
Kesadaran yang sempurna
5.
Kerja yang kontinu
I. Ushul
Al-‘Isyrin terhadap Islam
a.
Islam adalah pedoman hidup yang komprehensif, semua aspek
kehidupan
b.
Al Quran dan hadist
adalah rujukan bagi setiap muslim dalam mengetahui hukum-hukum Islam
c.
Keimanan yang sejati,
ibadah yang shahih, dan mujahadah akan memancarkan cahaya dan rasa nikmat dalam
hati hamba-Nya
d.
Kemusyrikan wajib
diperangi
e.
Pendapat seorang
pemimpin berlaku selama sesuai dengan akidah. Prinsip utama dalam ibadah adalah
pengabdian, tanpa melihat hikmah. Sedangkan prinsip dalam kebiasaan adalah
melihat rahasia, hikmah dan tujuan.
f.
Ucapan orang lain yang
sesuai dengan Al quran dan hadist boleh diterima
g.
Setiap muslim yang
belum mampu mempelajari dalil-dalil hokum tentang masalah-masalah cabang
h.
Perselisihan fiqih
dalam masalah furu’ tidak boleh menjadi penyebab perselisihan. Melakukan
penyelidikan untuk memastikan pendapat manakah yang kuat dalam masalah
khilafiyah bisa dilakukan selama dalam naungan cinta karena ALLOH, kerjasama untuk sampai pada hakikat
kebenaran, tanpa harus disertai perdebatan yang tercela dan fanatisme.
i.
Larut dalam masalah
yang tidak dilandasi dengan perbuatan.
j.
Makrifatulloh
k.
Setiap bid’ah dalam
agama ALLOH yang tidak ada landasannya wajib diberantas dengan cara yang baik
l.
Menemukan suatu hakikat
dengan dalil dan bukti adalah sebuah kewajaran dalam mencari hakikat kebenaran