Senin, 24 September 2012

resume fiqh dakwah



BAB I PRINSIP-PRINSIP DAKWAH DAN HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGANNYA
A.    Makna Dakwah
“Risalah terakhir yang diturunkan kepada Muhammad SAW sebagai wahyu dari ALLOH dalam bentuk kitab yang tidak ada kebatilan di dalamnya, baik di depan atau di belakangnya, dengan kalam-Nya yang bernilai mukjizat dan yang ditulis di dalam mushaf yang diriwayatkan dari Nabi SAW dengan sanad yang mutawatir, yang membacanya bernilai ibadah”
B.     Definisi Dakwah
Menurut bahasa dan istilah:
-          An-Nida = memanggil
(da’a fulanun ila fulanah= si fulan mengundang si fulanah)
-          Ad-du’a ila syai’I = menyeru
Menyeru dan mendorong pada sesuatu
-          Ad-da’wat ila qadhiyat=menegaskannya atau membelanya
-          Suatu usaha berupa perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia ke suatu aliran atau agama tertentu (Al-Misbah Al-Munir, pada kalimat da’a)
Da’i itu adalah khawash khalqillah (makhluk ALLOH yang istimewa) yang paling mulia dan paling tinggi kedudukan dan nilainya di sisi ALLOH. (Ibnul Qoyyim)
C.     Kewajiban yang Berat
Penguatan:  Surah Al-Muzzamil: 2-4
Dakwah itu disampaikan tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan keteladanan

D.    Dakwah yang Kita Maksudkan
Yang berorientasi pada:
1.      Membangun masyarakat Islam
2.      Melakukan perbaikan pada masyarakat Islam yang terkena musibah
3.      Memelihara kelangsungan dakwah di masyarakat yang telah berpegang pada kebenaran melalui pengajaran secara terus-menerus, pengingatan penyucian jiwa dan pendidikan.
“tegakkanlah daulah Islam di hatimu, niscaya ia akan tegak di bumimu”
E.     Kewajiban yang Syar’i
Penguatan :
Ali Imran: 104
Al Baqoroh: 159-160
Al Maidah : 63 dan 105
Al Ashr:1-3

F.      Uraian Tambahan Mengenai Kewajiban Dakwah
-          Setiap muslim yang membawa identitas Islam diperintahkan untuk menyampaikan Islam kepada seluruh manusia, sehingga manusia dapat bernaung di bawah keteduhan naungannya.
-          Dakwah bisa menjadi fardhu ‘ain bila dalam tempat itu tidak ada orang yang melakukannya.
-          Dakwah juga merupakan kebutuhan masyarakat yang mendesak.


G.    Karakter Dakwah Kita
1.      Rabaniyah = bersumber dari wahyu ALLOH SWT
2.      Wasathiyah = tengah-tengah / seimbang
3.      Ijabiyah = positif dalam memandang alam, manusia, dan kehidupan
4.      Waqi’iyah = realistis dalam memperlakukan indivdu dan masyarakat
5.      Akhlaqiyah =sarat dengan nilai kebenaran, baik dalam sarana maupun tujuannya
6.      Syumuliyah = menyeluruh
7.      ‘Alamiyah = bersifat mendunia
8.      Syuriyah = bermusywarah dalam menentukan segala sesuatu
9.      Jihadiyah = memerangi siapa saja yang menghalangi tersebarnya dakwah
10.  Salafiyah = menjaga orsinalitas dalam pemahaman dan akidah
Dengan demikian, bekal yang harus dimiliki dari seorang da’i adalah
1.      Penyampaian yang baik
2.      Keindahan uslub
3.      Targhib (member rangsangan)dalam kebenaran 
4.      Bijaksana dan nasihat yang baik
5.      Bantahan dengan cara yang baik
6.      Mempertimbangkan situasi dan kondisi
7.      Menggunakan sarana yang modern

H.    Faktor-faktor Keberhasilan Dakwah
1.      Pemahaman yang mendalam
2.      Keimanan yang kuat
3.      Kecintaan yang kukuh
4.      Kesadaran yang sempurna
5.      Kerja yang kontinu

I.       Ushul Al-‘Isyrin terhadap Islam
a.       Islam adalah  pedoman hidup yang komprehensif, semua aspek kehidupan
b.      Al Quran dan hadist adalah rujukan bagi setiap muslim dalam mengetahui hukum-hukum Islam
c.       Keimanan yang sejati, ibadah yang shahih, dan mujahadah akan memancarkan cahaya dan rasa nikmat dalam hati hamba-Nya
d.      Kemusyrikan wajib diperangi
e.       Pendapat seorang pemimpin berlaku selama sesuai dengan akidah. Prinsip utama dalam ibadah adalah pengabdian, tanpa melihat hikmah. Sedangkan prinsip dalam kebiasaan adalah melihat rahasia, hikmah dan tujuan.
f.       Ucapan orang lain yang sesuai dengan Al quran dan hadist boleh diterima
g.      Setiap muslim yang belum mampu mempelajari dalil-dalil hokum tentang masalah-masalah cabang
h.      Perselisihan fiqih dalam masalah furu’ tidak boleh menjadi penyebab perselisihan. Melakukan penyelidikan untuk memastikan pendapat manakah yang kuat dalam masalah khilafiyah bisa dilakukan selama dalam naungan cinta karena ALLOH,  kerjasama untuk sampai pada hakikat kebenaran, tanpa harus disertai perdebatan yang tercela dan fanatisme.
i.        Larut dalam masalah yang tidak dilandasi dengan perbuatan.
j.        Makrifatulloh
k.      Setiap bid’ah dalam agama ALLOH yang tidak ada landasannya wajib diberantas dengan cara yang baik
l.        Menemukan suatu hakikat dengan dalil dan bukti adalah sebuah kewajaran dalam mencari hakikat kebenaran