Halaman

Selasa, 17 April 2018

Istrimu

Anakku, ammak ingin memberikan nasihat untukmu ketika kamu dewasa (dewasa pemikiran, ruhiyah, dan finansial).

Jika kamu nanti ingin menikah, hal utama yang harus kamu persiapkan adalah diri kamu sendri. Karena kamu sebagai imam dan "kepala sekolah" untuk keluargamu kelak.
Kemudian pilihlah perempuan yang shalihah ( yang sholat wajibnya selalu on time, menutup aurat, tidak ingin bersentuhan dengan non muhrimnya, wajahnya bercahaya dengan air wudhunya ( bukan karena make up)), sehat, cerdas, mandiri, berjiwa sosial dan berasal dari keluarga serta lingkungan yang baik akhlaqnya. Gak perlu harus pintar masak, karena kamu bukan mencari chef, tapi menjadi guru bagi anak anakmu kelak. Ammak yakin Perempuan yg shalihah pasti akan punya semangat belajar, pasti dy akan belajar untuk bisa masak buat keluarganya.

Jika kamu mendapatkan perempuan yang aktif berkegiatan, setelah menikah nanti janganlah kamu menghalanginya untuk berkegiatan selama dy tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Rutin memberi "sedekah" kepada keluarganya sesuai kemampuanmu. Karena istrimu sebelum menikah denganmu pasti suka "menyenangkan" keluarganya. Jangan sampai istrimu ada rasa belum puas menyenangkan orangtuanya dan menyesal menikah denganmu.

Bantulah pekerjaan domestik istrimu, karena kakek dan abimu pun begitu, gak sungkan membantu pekerjaan istrinya. Tenang saja, itu tidak akan membuat dirimu hina, melainkan akan membuat istrimu bahagia luar biasa. Ingatkan lah istrimu tentang ibadah2nya, serta turunkanlah standar idealmu untuk kerapian jika kamu punya banyak anak kelak. Jika kamu mampu, berikanlah istrimu seorang khadimat untuk membantu pekerjaan domestiknya, bukan untuk mengasuh anak-anakmu. Agar ada yang bisa memegang anak anakmu saat istrimu khusyu beribadah. Biarlah dy menikmati "me time" bersama Alloh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar