Jumat, 20 April 2018

Sebuah nasihat

Nak, ketika kamu nanti bergelimang harta, janganlah lupa bahwa yang berada di tanganmu itu hanya titipan dari Alloh untuk diberikan kepada dhuafa, hanya numpang singgah di tanganmu.

Selasa, 17 April 2018

Istrimu

Anakku, ammak ingin memberikan nasihat untukmu ketika kamu dewasa (dewasa pemikiran, ruhiyah, dan finansial).

Jika kamu nanti ingin menikah, hal utama yang harus kamu persiapkan adalah diri kamu sendri. Karena kamu sebagai imam dan "kepala sekolah" untuk keluargamu kelak.
Kemudian pilihlah perempuan yang shalihah ( yang sholat wajibnya selalu on time, menutup aurat, tidak ingin bersentuhan dengan non muhrimnya, wajahnya bercahaya dengan air wudhunya ( bukan karena make up)), sehat, cerdas, mandiri, berjiwa sosial dan berasal dari keluarga serta lingkungan yang baik akhlaqnya. Gak perlu harus pintar masak, karena kamu bukan mencari chef, tapi menjadi guru bagi anak anakmu kelak. Ammak yakin Perempuan yg shalihah pasti akan punya semangat belajar, pasti dy akan belajar untuk bisa masak buat keluarganya.

Jika kamu mendapatkan perempuan yang aktif berkegiatan, setelah menikah nanti janganlah kamu menghalanginya untuk berkegiatan selama dy tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Rutin memberi "sedekah" kepada keluarganya sesuai kemampuanmu. Karena istrimu sebelum menikah denganmu pasti suka "menyenangkan" keluarganya. Jangan sampai istrimu ada rasa belum puas menyenangkan orangtuanya dan menyesal menikah denganmu.

Bantulah pekerjaan domestik istrimu, karena kakek dan abimu pun begitu, gak sungkan membantu pekerjaan istrinya. Tenang saja, itu tidak akan membuat dirimu hina, melainkan akan membuat istrimu bahagia luar biasa. Ingatkan lah istrimu tentang ibadah2nya, serta turunkanlah standar idealmu untuk kerapian jika kamu punya banyak anak kelak. Jika kamu mampu, berikanlah istrimu seorang khadimat untuk membantu pekerjaan domestiknya, bukan untuk mengasuh anak-anakmu. Agar ada yang bisa memegang anak anakmu saat istrimu khusyu beribadah. Biarlah dy menikmati "me time" bersama Alloh.


Selasa, 10 April 2018

Ahmad zubair hasan



 
MasyaAlloh..tidak terasa dirimu insyaAlloh telah tumbuh menjadi anak yang shalih, sehat, cerdas, tangguh, berakhlaq mulia. Ammak semakin menikmati untuk membersamaimu. Jagoan ammak dan abba ini lahir 7 sept 2016, sekitar pukul 14.15 melalui operasi sesar di rs sari asih karawaci. Berat badanmu saat lahir 2,67 kg dengan panjang 48 cm. Sungguh mungilnya jagoan ammak ini. Tapi ternyata dibalik tubuhmu yang mungil, suaramu dahsyat sekali, membuat semua perawat memujimu karena ternyata nangismu paling lantang, mengalahkan semua suara bayi yang ada di rs itu, Alhamdulillah. Tetaplah seperti itu y, Nak dalam menegakkan kebeneran. Sungguh, kamu sangat lekaaat dengan ammak. Sampai sampai ammak kesulitan untuk pisah darimu sekadar untuk ke kamar mandi, sholat dan makan.

Alhamdulillah kamu tumbuh menjadi anak yang motorik kasarnya lebih dominan serta tumbuh menjadi anak laki laki yang "bawel". Ammak dibantu abba, ake, embu, om nunu, a opan, dan ateu neva dalam membesarkanmu. Alhamdulillah kamu tumbuh menjadi anak yang pemberani dan aktif, suka mengeksplorasi hal apapun, suka ngomong, rasa empati yang tinggi, dan suka berimajinasi. Pernah di saat usiamu 10 bulan, kamu menggunakan sendok untuk main jeng jeng (gitar). Abbamu mengenalimu gitar sebelumnya, karena saat mengeksplorasi kamar abbamu yang dibekasi, kamu menemukan gitar rusak di pojok kamar. Ammak langsung takjub , Alhamdulillah karena di usiamu saat itu kamu sudah bisa berimajinasi. Selain itu, ammak juga takjub saat usiamu kurang lebih 13 bulan, (Alhamdulillah kamu sudah lancar berjalan saat usia 12 bulan) saat itu bahkan sampai sekarang pun kamu senang sekali bermain bola. Bola yang kamu mainkan masuk ke kolong kursi, dan MasyaAlloh di luar dugaan ammak, kamu langsung mengambil sapu ijuk untuk mengambil bola itu, Alhamdulillah sifat inisiatifmu sudah terasah.

Banyak sekali sikapmu yang membuat ammak semakin bersyukur kepada Alloh. Alhamdulillah Abang Zu tergolong bayi laki laki yang banyak ngomong , melihat apapun pasti akan dikomentari pake bahasa yang sulit dimengerti oleh orang dewasa (terlihat suka ngoceh sekitar usia 11 bulan). Abang Zu juga tergolong anak kecil yang memiliki rasa empati yang tinggi, kamu sering memberikan apapun (ntah mainan atau makanan) jika melihat anak kecil yang ingin apa yang kamu pegang, Alhamdulillah. Selain itu kamu selalu mengikuti apa yang ammak lakuin, ammak sholat kamupun ikutan shokat di depan ammak dengan bibirmu digerak2an, ammak ngaji kamupun ikutan sibuk mengambil peci dan buku kmudian duduk manis berhadapan dengan ammak sambil bilang "aji". Dan ada sikapmu yang membuat ammak semakin bersyukur adalah Abang Zu ternyata memiliki hati yang lembut, pernah ammak menangis, Abang Zu langsung menghampiri ammak dan wajahmu didekatkan ke wajah ammak sambil tersenyum dan memeluk ammak. Juga ammak sering membaca buku cerita sebelum tidur, setiap ammak membacakan cerita sedih, kamu langsung terlihat mimik sedih yang lama lama menangis tiba tiba. Maaf y Abang Zu, setiap adegan itu ammak malah ketawa ngakak melihat Abang Zu nangis gara gara dibacain cerita sedih. MasyaAlloh, Alhamdulillah.. ternyata dibalik dirimu yang gak mau diem, ternyata Abang Zu memiliki hati yang lembut.

 - 1:39 pm saat Abang Zu (17 bulan) dalam dekapan ammak-